Kisah perjuangan Rosita mencari ibu kandung

PENGERTIAN PENDERITAAN

Penderitaan berasal dan kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Pendentaan itu dapat lahir atau batin. atau lahir batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penðeritaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal inii sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya. tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapal benipa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dan manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan makhluk ciptaan lainnya.

 

Kisah perjuangan  Rosita mencari ibu kandung

Rosita dipisahkan dari ibu kandungnya sejak berusia 10 bulan,yang secara diam-diam dibawa oleh ayahnya ke Jakarta dari Medan.Rosita terpaksa  berkembang dan jauh dari kasih sayang ibu kandungnya ini akibat perceraian kedua orang tuanya.Rosita dibawa ke Jakarta tanpa sepenge tahuan ibunya.

Di Jakarta Rosita tinggal bersama nenek dan uwak-uwaknya.Rosita baru menyadari tidak punya ibu setelah sekolah dasar dan dikasih tahu oleh nenek dan uwak-uwaknya.Rosita selalu bertanya pada ayahnya tentang keberadaan ibunya,tapi ayahnya tidak tahu pasti keberadaan ibunya,setelah perceraian itu.

Setelah beranjak remaja Rosita punya keinginan sangat kuat sekali ingin mencari dan bertemu dengan ibu kandung yang telah melahirkannya.Tapi hasrat dan keinginan itu selalu terbentur tidak adanya informasi yang jelas tentang keberadaan ibunya itu dari orang-orang yang kenal dengan ibunya.Apakah ibunya masih hidup atau masih tinggal di Medan,tidak ada yang tahu,karena mereka semua sudah tidak berhubungan lagi dengan ibunya.Pada saat mau menikah terbersit asa ingin berjumpa dengan ibu kandung dan adalah kebahagian hidup bila saat pernikahan dapat dihadiri dan disaksikan oleh ibu kandung sendiri.Tapi sekali lagi ayahnya tidak bisa memberikan penjelasan tentang keberadaan ibunya selain sebuah foto dan keterangan sebuah rumah yang pernah dibelikan ayahnya.Pada saat perenikahannya Rosita tidak didampingi  oleh ibu kandung tercinta.

Barulah pada tahun 2008 saat Rosita sudah berusia 54 tahun keinginan kuat itu mencul kembali ingin mencari ibunya dengan petunjuk sebuah foto Rosita digendong ibunya saat bayi dan keterangan ayahnya ibunya dibelikan sebuah rumah didaerah Titi Papan Medan.Bersama Tim dari tim MetroTV Rosita memulai petualangan mencari ibu kandungnya didaerah Titi Papan Medan.Tapi usaha pertama ini gagal total.

Usaha kedua dimulai lagi dengan meyebarkan foto Rosita dalam bentuk fotocopy yang digendong oleh ibunya ke seluruh daerah Titi Papan Medan.Sampai suatu saat foto itu tergeletak diatas  meja sebuah rumah yang dihuni oleh nenek Rosina bersama anak-anak dan cucunya.Nenek Rosina ini berkomentar ini adalah foto anak saya puluhan tahun lalu saat saya masih muda,anak saya yang diculik sewaktu saya pergi ke pasar.

Akhirnya petualangan panjang yang tiada henti dan tidak pernah menyerah dari Rosita berbuah manis dan penuh derai air mata kebagian,kepedihan semua campur aduk setelah bertemu langsung dengan ibu kandung.Pada saat Rosita memperlihatkan foto itu ibunya berkata ” Ini adalah mama waktu masih muda dan ini anakku yang diculik.Pada saat itulah Rosita yakin beliau adalah ibunya.Detik-detik mengaharukan  dan sangat membahagiakan adalah saat Rosita bisa melihat dan menatap  wajah ibu kandung sendiri secara langsung dan memeluk serta menciumnya.Rosita baru bisa bertemu ibunya saat sudah berumur 54 tahun.Saat bertemu ibunya,sayangnya bapak Rosita sudah meninggal beberapa minggu sebelumnya.

Ada kenangan yang diberikan oleh nenek Rosina buat anaknya Rosita yaitu duit Rp 100.000.Dia berkata ” Saya tidak pernah mengurus anak saya sendiri selama ini,hanya duit ini yang bisa saya berikan”.Bagi orang lain mungkin duit ini tidak berarti apa-apa,tapi bagi Rosita duit ini  sangat berarti dan masih disimpan sampai sekarang.Rosita juga diberikan sebuah cincin sebelum ibunya meninggal setahun yang lalu.

 

Penderitaan

Pada kisah Rosita mencari ibu kadungnya, Rosita di besarkan oleh bapaknya. Ia sangat merindukkan sosok dari ibunya selama 54 tahun lamanya ia mendapakan sosok ibunya. Ia sering menannyakan sosok ibunya ke bapaknya tetapi bapaknya tidak informasi, hanya sebuah foto dan alamat sebuah rumah.

Penderitaan dan Perjuangan

Kisah Rosita mengajarkan betapah seorang anak yang dipisakhkan oleh bapaknya sejak kecil, yang tidak pantang menyerah mencari sosok ibunya yang ia idamkan dan terus mencari ibunya sampai umur 54 tahun. Perjuangan itu di mulai dari menannyakan sosok ibunya ke bapaknya, pencarian bersama tim metroTV ke medan dan meyebarkan foto Rosita dalam bentuk fotocopy yang digendong oleh ibunya ke seluruh daerah Titi Papan Medan

 

Referensi

[URL]             http://sosbud.kompasiana.com/2012/09/23/kisah-anak-anak-sejak-bayi-di-tinggal-ibu-dan-perjuangan-mereka-mencari-ibunya-  

                         di-acara-kick-andy-495733.html

About imam_magribi

saya tinggal di kebagusan pasar minggu saya lulusan sd 04 smp 175 sman 109 dan saya sekarang sedang kuliah di universitas swasta di jakarta

Posted on May 1, 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: