Manajemen dan manajer

Manajemen dan manajer

Manajemen di gunakan di berbagai segala bentuk kegiatan, baik kegiatan profesi maupun nonprofesi baik pemerintahan maupun swasta .

Manajer dapat di klasifikasikan dalam dua cara yaitu tingkat dalam organisasi dan lingkup kegiatan yang di lakukann.

Di lihat dari tingkat organisasinya menejemen dapat di bagi menjadi tiga golongan yang berbeda yaitu:

Manajemen lini (manajemen tingkat pertamayaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi , di mana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang di lakukan oleh orang lain.

Manajemen menengah(middle manajer)yaitu mencangkup lebih dari satu tingkatan di dalam organisasi,

Manajemen puncak(top manajemen)terdiri dari kelompok yang relative lebih kecil,yang bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen  dari organisasi.tugasnya menetapkan kebijakan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungan luarnya.

Menurut lingkungan kegiatan yang di lakukan di bagi menjadi dua yaitu manajer  fungsional dan manajer umum.manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi.kalau manajer umum membawahi unit yang lebih rumit.  

Setiap tingkatan manajer mempunyai sebuah fungsi berbeda.

Fungsi utama atau keahlian(skill) yaitu keahlian teknik(thecnical skill) dan keahlian manajerial(managerial skill).keahlian teknik adalah keahlian tentang bagaimana cara mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang terdiri atas pengarahan dengan  motivasi,supervise dan komunikasi. Sedangkan keahlian manajerial  yaitu keahlian yang berkenaan tentang hal penetapan tujuan perencanaan , pengorganisasian,penyusunan personalia dan pengawasan.

Fungsi-fungsi manajemen

Manajemen dapat di artikan sebagai pencapaian tujuan melalui pelaksanaan fungsi tertentu,tapi belum ada konsesnsus dan kesepakatan apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen.

Pada hakekatnya fungsi-fungsi di atas dapat di kombinasikan menjadi 10 fungsi yaitu:

  1. Forecasting(ramalan)yaitu kegiatan ramalan,memperoyeksi kan terhadap kemungkinan yang akan terjadi bila sesuatu bila di kerjakan.
  2. Planning(perencanaan)yaitu penentuan serangkaian kegiatan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang di harapkan.
  3. Organizing (organisasi ) yaitu pengelompokkan kegiatan untuk mencapai tujuan,termasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi ,tugas dan fungsinya.
  4. Staffing atau assembling resorce (penyusunan personalia)yaitu menyusun personalia sejak dari penarikkan tenaga kerja baru ,latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap  petugas memberikan daya guna maksimal dan organisasi.
  5. Directing atau commanding (pengarahan atau pengkomando) usaha yang memberikan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang )untuk di laksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah di tetepkan.
  6. Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar  bertindak sesuai dengan tujuan yang telah di tetapkan .
  7. Coordinating (koordinasi ) yaitu penyelarasan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling lempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan nyatu padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.
  8. Motivating (motivasi)pemberian semangat inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah di tetapkan secara sukarela.
  9. Controlling (pengawasan)yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk  menjamin bahwa rencana telah di laksanakan sesuai dengan tujuan
  10. Reporting (pelaporan) yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.

bila di lihat dari per0ses pelaksanaan kegiatan manajemen.maka fungsi manajemen adalah : perencanaan,pengorganisasian,penyusunan,pengarahan dan  pengawasan . inilah adalah fungsi-fungsi ke dalam perusahaan sedangkan fungsi manajemen keluar perusahaan adalah

Mewakili perusahaan di bidang pengadilan

Ambil bagian sebagai warga Negara biasa

Mengadakan hubungan dengan unsur-unsur masyarakat.

Perkembangan teori manajemen samapai pada saat ini telah berkembangh dengan pesat . tapi sampai detik ini pula belum ada suatu teori yang bersifat umum ataupun berupa kumpulan-kumpulan  hukum  bagi manajemen yang dapat di terapkan dalam berbagai situasi dan kondisi .para manajemn banyak mengalami dan menjumpai pandangan-pandangan tentang manajemen , yang berbeda adalah dalam penerapannya.

Evolusi teori manajemen

Perkembangan teori manajemen sampai pada saat ini berkembang sangat lah pesat. Sampai detik ini belum ada suatu teori yang bersifat umum ataupun berupa kumpulan –kumpulan hukum bagi manajemen yang dapat di terapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.

Tiga aliran manajemen , yaitu:

Aliran klasik yang terbagi dalam manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik

Aliran hubungan manusiawi, disebut  sebagai aliran neoklasik atau paska klasik

Aliran manajemen modern

Teori manajemen klasik

Manajemen ilmiah muncul setelah Negara eropa barat dan amerika dilanda revolusi industry sekitar abad ke 20yaitu di tinggalkan perinsip – perinsip lama yang sudah tidak efektif dan efisien lagi,

Ada dua tokoh yang manajemen yang mengawali munculnya manajemen yaitu:

ROBERT OWEN (1771-1858)

Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa , bilamana terhadap mesin di adakan suatu perawatan yang baik akan memberikan  keuntungan kepada perusahaan , demikian pula halnya pada tenaga kerja , apabila tenaga kerja di pelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi ,kesehatan ,tunjangan dan lain sebagainya)oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan kepada perusahaan . selanjutnya di katakana bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan di pengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitian Robert own  di kenal sebagai bapak manajemen personalia.

CHARLES BABBAGE(1792-1871)

Perhatiannnya pada operasi – operasi pabrik yang dapat di lakukan secara efisien . dia percaya bahwa aplikasi prinsip –perinsip ilmiah pada peroses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja dan menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan di lakukan secara  efektif dan efisien. Charles babbage menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan dalam menerapkan perinsip-perinsip manajemen.kontibusi lain yang di lakukan Charles babbage yaitu menciptakan mesin hitung (calculator)mekanis yang pertama,mengembangkan program-progran permainan  untuk komputer. Mengembangkan kerjasama yang saling menguntungkan  antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema perencanaan pembagian keuntungan.

Teori manajemen ilmiah

Frederick W. Taylor :

Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu

kerja (time & motion studies). Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat

dikorelasikan dengan upah yang diterima. Metode ini disebut sistem upah differensial.

Hennry L. Gantt (1861 – 1919) :

Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor, yaitu :

1. Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan.

2. Mengenal metode seleksi yang tepat.

3. Sistem bonus dan instruksi.

Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Karena hanya berdampak kecil terhadap

motivasi kerja.

Frank B dan Lillian M. Gilbreth (1868 – 1924 dan 1878 – 1972) :

Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam

pekerjaan. Menurut Frank, antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan

yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Menurut Lillian, dalam pengaturan untuk

mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan.

Herrrington Emerson (1853 – 1931) :

Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah

adanya pemborosan dan inefisinesi. Oleh karena itu ia menganjurkan :

1. Tujuan jelas

2. Kegiatan logis

3. Staf memadai

4. Disiplin kerja

5. Balas jasa yang adil

6. Laporan terpecaya

7. Urutan instruksi

8. Standar kegiatan

9. Kondisi standar

10. Operasi standar

11. Instruksi standar

12. Balas jasa insentif

 Teori Organisasi Klasik

 Fayol (1841 – 1925) :

Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas :

1. Technical ; kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya.

2. Commercial ; kegiatan membeli bahan dan menjual produk.

3. Financial ; kegiatan pembelanjaan.

4. Security ; kegiatan menjaga keamanan.

5. Accountancy ; kegiatan akuntansi

6. Managerial ; melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas :

– Planning ; kegiatan perencanaan<>

– Organizing ; kegiatan mengorganiisasikaan

– Coordinating ; kegiatan pengkoorrdinasiian

– Commanding ; kegiatan pengarahann

– Controlling ; kegiatan penngawasaan

Selain hal tersebut diatas, asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah :

– Pembagian kerja

– Asas wewenang dan tanggungjawab<>

– Disiplin

– Kesatuan perintah

– Kesatuan arah

– Asas kepentingan umum

– Pemberian janji yang wajar

– Pemusatan wewenang

– Rantai berkala

– Asas keteraturan

– Asas keadilan

– Kestabilan masa jabatan

– Inisiatif

– Asas kesatuan

James D. Mooney :

Menurut James, kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemen adalah :

a. Koordinasi

b. Prinsip skala

c. Prinsip fungsional

d. Prinsip staf

Teori Hubungan Antar Manusia (1930 – 1950)

Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan, yaitu dengan

mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk

menunjang tingkat produktifitas kerja.

Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem

sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya

bisa lebih tinggi.

Teori Behavioral Science :

Abraham maslow

Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan

dinamika proses motivasi.

Douglas Mc Gregor

Dengan teori X dan teori Y.

Frederich Herzberg

Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.

 Robert Blake dan Jane Mouton

Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial.

 Rensis Likert

Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem

manajemen.

 Fred Fiedler

Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.

Chris Argyris

Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.

 Edgar Schein

Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.

Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang,

perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi.

Definisi/Pengertian Teori Perilaku Teori X dan Teori Y (X Y Behavior Theory) Douglas McGregor

Wed, 16/07/2008 – 1:02am — godam64

Teori prilaku adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perilaku tertentu dapat membedakan pemimpin dan bukan pemimpin pada orang-orang. Konsep teori X dan Y dikemukakan oleh Douglas McGregor dalam buku The Human Side Enterprise di mana para manajer / pemimpin organisasi perusahaan memiliki dua jenis pandangan terhadap para pegawai / karyawan yaitu teori x atau teori y.

A. Teori X

Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.

B. Teori Y

Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.

Penelitian teori x dan y menghasilkan teori gaya kepemimpinan ohio state yang membagi kepemimpinan berdasarkan skala pertimbangan dan penciptaan struktur. Teori Z dapat anda baca di artikel lain di situs organisasi.org ini. Gunakan fasilitas pencarian yang ada untuk menemukan apa yang anda butuhkan.

Teori Kuantitatif (Riset Operasi dan Ilmu Manajemen)
Riset operasi merupakan suatu metode ilmiah yang memanfaatkan ilmu antardisiplin agar dapat menyajikan hubungan-hubungan fungsional yang kompleks, seperti model matematik, untuk keperluan pengambilan keputusan secara kuantitatif dan tidak termasuk masalah baru untuk analisis kuantitatif.
Riset operasi tidak hanya merupakan pengambilan keputusan model untuk memecahkan masalah, tetapi juga memberikan sumbangan untuk pengambilan keputusan bagi manajer pada tingkat bawah, menengah, dan atas. Dalam dunia bisnis dan pemerintahan, riset operasi dapat dimanfaatkan untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

About imam_magribi

saya tinggal di kebagusan pasar minggu saya lulusan sd 04 smp 175 sman 109 dan saya sekarang sedang kuliah di universitas swasta di jakarta

Posted on December 23, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. kalo bisa, poin-poin yang dapat di ambil dalam teori pendekatan klasik di cantumkan…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: